Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BABEL XPOSEFeaturedPANGKALPINANG XPOSEPOLITIK

Sosialisasi Empat Pilar di Pangkalpinang, Melati Tekankan Toleransi dan Etika Bermedia Sosial

×

Sosialisasi Empat Pilar di Pangkalpinang, Melati Tekankan Toleransi dan Etika Bermedia Sosial

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

PANGKALPINANG, Babelxpose.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Anggota MPR RI, Melati, S.H., menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat di Kelurahan Tuatunu, Kota Pangkalpinang, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara dialogis tersebut diikuti ratusan peserta yang tergabung dalam Komunitas Madu Koloni Babel Sinergi. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Dalam pemaparannya, Melati menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi karakter bangsa Indonesia. Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya, maupun pandangan merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan toleransi.

“Bangsa Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu kita harus terus merawat toleransi, menghormati perbedaan, dan menjaga persatuan agar bangsa ini tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” ujar Melati.

Selain menyoroti pentingnya nilai kebangsaan, Melati juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi, khususnya penggunaan media sosial. Ia mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital untuk mencegah penyebaran disinformasi, fitnah, maupun konten yang berpotensi memecah persatuan.

“Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Kita harus cerdas menggunakan media sosial, memastikan informasi yang kita terima benar, dan hanya membagikan informasi yang baik serta bermanfaat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Melati juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tetap mengedepankan etika dalam menyampaikan kritik maupun aspirasi di ruang publik.

“Esensi kritik akan mati saat diksi mulai menyerang pribadi. Sebab, sejatinya panggung demokrasi ada untuk menguji ketepatan gagasan, bukan untuk merendahkan martabat kemanusiaan,” tegasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *