Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251121-WA0027.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241201-WA0001</div></div>
		<div id=
FeaturedInternasional

Mewujudkan Visi WHO: Jalan Taiwan Menuju Pemberantasan Hepatitis C 

×

Mewujudkan Visi WHO: Jalan Taiwan Menuju Pemberantasan Hepatitis C 

Sebarkan artikel ini

Oleh Dr. Chung-Liang Shih

Dr. Chung-Liang Shih Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (Foto: Istimewa)
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

SELAMA beberapa dekade hepatitis C telah menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global, dengan sekitar 58 juta orang hidup dengan infeksi kronis di seluruh dunia.

Meskipun belum tersedia vaksin, hepatitis C kini dapat disembuhkan melalui terapi antivirus kerja langsung (direct-acting antivirals/DAA) yang sangat efektif, dengan durasi pengobatan hanya 8–12 minggu.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Menyadari peluang ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan Deklarasi Glasgow tentang Hepatitis Virus pada 2015, dengan target ambisius untuk memberantas hepatitis virus sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030.

Sejalan dengan Guidance for Country Validation of Viral Hepatitis Elimination dari WHO serta kerangka Path to Elimination (PTE), Taiwan telah mencapai target programatik Tingkat Emas (Gold Tier) untuk pemberantasan hepatitis C.

Pencapaian ini mencerminkan komitmen politik yang kuat serta integrasi sistematis upaya pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan hepatitis dalam sistem layanan kesehatan universal.

Melalui Layanan Kesehatan Preventif Dewasa untuk hepatitis B dan C, serta cakupan terapi DAA dalam program Asuransi Kesehatan Nasional, Taiwan telah memperluas akses terhadap skrining dan pengobatan secara signifikan.

Kebijakan ini secara efektif mengurangi hambatan finansial dan struktural dalam memperoleh layanan kesehatan. Hingga Juni 2025, diperkirakan 90,2 persen individu dengan hepatitis C kronis di Taiwan telah terdiagnosis, dan 92,6 persen dari mereka yang terdiagnosis telah menerima pengobatan DAA, melampaui tolok ukur Gold Tier WHO PTE.

Pencegahan dan keselamatan pasien tetap menjadi pilar utama dalam pemberantasan hepatitis C.

Taiwan memiliki tingkat keamanan 100 persen untuk kualitas transfusi darah dan suntikan medis. Program pengurangan dampak buruk yang komprehensif juga disediakan untuk memastikan akses luas terhadap peralatan suntik steril bagi pengguna narkoba suntik (PWID), dengan lebih dari 150 jarum suntik didistribusikan per orang per tahun. Langkah-langkah ini sangat penting untuk mengurangi infeksi baru dan mempertahankan capaian pemberantasan Hepatitis C dalam jangka panjang.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *