Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241201-WA0001.jpg https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
FeaturedPERSPEKTIF

“Clash of Champion”: Sejalankah Kepintaran Akademik dengan Kesuksesan?  

×

“Clash of Champion”: Sejalankah Kepintaran Akademik dengan Kesuksesan?  

Sebarkan artikel ini
Sofwatillah Amin (Foto: Dok. pribadi)
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

Kesiapan seseorang dalam menghadapi masalah besar tidak terlepas dari bagaimana ia menghadapi masalah kecil. Jika hidup penuh dengan tantangan, maka critical thinking menjadi jembatan yang sangat baik untuk menyelesaikan tantangan-tantangan itu dengan baik.

Communication

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Setelah seseorang mampu berpikir kreatif dan berpikir kritis, maka langkah selanjutnya adalah komunikasi. Sebuah jalinan kerja sama yang baik lahir dari komunikasi yang baik.Tidak ada satupun keberhasilan di dunia ini yang bisa kita raih tanpa bantuan orang lain.

Permasalahan kadang muncul saat kita merasa tidak membutuhkan orang lain untuk sukses, padahal kemampuan bekerjasama dan fleksibilitas seseorang dalam berkomunikasi sangat menentukan kesuksesan.

Saat ide dan daya pikir seseorang bisa melahirkan gagasan baru, maka komunikasi menjadi pintu gerbang utama untuk mendiseminasikan gagasan tersebut. Selain itu seluruh dunia saat ini sudah terkoneksi satu sama lain, maka the way how we communicate menjadi kebutuhan tak terelakkan.

Sudut Pandang Agama tentang Kesuksesan

Kehadiran CoC sangat baik bagi iklim pendidikan kita, tetapi jangan lantas membuat kita insecure dan inferior hanya karena kita tidak sepintar mereka, apalagi sampai menggantungkan kesuksesan hanya dengan apa yang kita lihat.

The world moves fast, but that doesn’t mean we have to. Begitu kata Haemin Sunim dalam bukunya “The Things You Can See Only When You Slow Down”. Jangan terburu-buru mengejar sesuatu.

Dunia ini memang bergerak begitu cepat, bahkan saking cepatnya kita tidak sadar kalau kita selalu terbawa oleh arus dan dikendalikan oleh situasi dan sekeliling.

Padahal seharusnya sebaliknya. Kita-lah yang mengendalikan dan menentukan situasi. Bukankah dunia ini sudah sangat sibuk dan cepat, tapi apakah kita harus juga terbawa arus tersebut sehingga tidak bisa fokus terhadap hal-hal kecil yang sangat mungkin bisa mengantarkan pada cita-citabesar kita?

Begitu banyak hal yang hanya bisa kita pahami saat ritme dan pola hidup ini kita yang memegang penuh kendali, bukan sebaliknya. Dengan hidup lebih sadar dan fokus pada apa yang ada di depan mata kita atau mindfullness, maka kita bisa memaksimalkan seluruh potensi kita menuju kesuksesan.

Dalam upaya pencapaian kesuksesan, Penulis meyakini bahwa kita memiliki jalan, track, koridor atau apapun itu istilahnya yang hanya bisa dilalui dengan cara masing-masing dan kemampuan masing-masing sesuai porsinya.

Seperti kata pepatah dalam bahasa Arab yang menyebutkan, “Man saara ‘ala addarbi washola” (Barang siapa yang berjalan di atas jalannya akan sampailah ia).

Tak perlu repot-repot menyibukkan diri dengan hal yang mungkin memang bukan jalan kita yang sudah berkali-kali kita coba. Mungkin di sana memang bukan jalan kita. Kita hanya butuh fokus pada hal-hal positif dari dalam diri kita yang kemudian kita kembangkan dan aplikasikan.

Mana mungkin kita bisa sampai pada pulau harapan, sementara perahu yang kita tumpangi justru berlayar di daratan tandus dan kering.

Jadi jika kita bukan termasuk orang yang pintar dalam dunia akademik, jangan khawatir. Masih begitu banyak jalan kesuksesan. Temukan potensimu dan fokus di situ. Berjalanlah di atas jalanmu. Kelak pulau keberhasilan kan kau gapai. (*)

 

*Sofwatillah Amin, S.Sos., M.Pd adalah Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Primagraha (UPG), Serang-Banten.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *