Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251121-WA0027.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241201-WA0001</div></div>
		<div id=
AdvetorialPANGKALPINANG XPOSE

Didit Srigusjaya Terima Audiensi Nelayan Laut Bamban dan Teluk Nipah Bangka Barat

×

Didit Srigusjaya Terima Audiensi Nelayan Laut Bamban dan Teluk Nipah Bangka Barat

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

PANGKALPINANG, Babelxpose.com – Sejemlah nelayan yang ada di perairan laut Bamban dan Teluk Nipah, Kabupaten Bangka Barat (Babar) mengadukan Nasib perairan mereka ke DPRD Provinsi Babel, aduan ini lantaran para nelayan resah akan adanya aktivitas pertambangan yang di lakukan oleh Kapal Isap Produksi (KIP) yang akan berdampak ke lingkungan laut dan hasil tangkapan para nelayan.

Saat menerima audiensi para nelayan ini Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan Perikanan Babel dan Kepala Dinas tenaga kerja Babel,Elius Gani.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/01/20240103_1500582.gif

Menanggapi aduan tersebut, Didit menegaskan bahwa pihaknya bersama perangkat kerja terkait akan segera meninjau aktivitas penambangan yang dimaksud oleh para nelayan. ‎”Sudah diputuskan, kita akan melakukan pengecekan, seperti apa lokasinya sehingga kita bisa memberikan solusi disini,” kata Didit.

‎Setelah didapati hasil peninjauan tersebut, lanjut Didit, barulah keputusan selanjutnya akan ditentukan. ‎”Jadi semuanya enjoy dan kita juga akan segera mendapat laporan dari hasil peninjauan lapangan dari dinas yang akan turun kepada DPRD, mudah-mudahan nanti kita bisa membuat kesimpulan dan akan kita laporkan kepada PT Timah,” tegasnya, Selasa (10/6/2025).

Sebelumnya perwakilan nelayan‎, Ketua BPD Air Nyatoh, Suwandi mengatakan, bahwa pihaknya tak menolak adanya aktivitas pertambangan. Namun, pihaknya meminta PT Timah untuk memperhatikan dampak lingkungan pasca aktivitas tambang.

“Maksudnya, jangan sampai merugikan para nelayan. Jadi kami nelayan ini tidak menolak tambangnya, yang kami tolak itu dampaknya, masalah tambang itu hak mereka, karna kita juga masing-masing menghormati satu sama lainnya,” tambah Suwandi.

‎Pihaknya juga mengakui, bahwa sejak aktivitas pertambangan laut tersebut berjalan, hasil tangkap nelayan di wilayah tersebut sangat menurun drastis. ‎Tak hanya itu, lanjut Suwandi, aktivitas KIP menyebabkan permukaan bawah laut jadi berlumpur sehingga dikhawatirkan akan merusak ekosistem dan ekologi laut.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *