Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241201-WA0001.jpg https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
BABEL XPOSEBATENG XPOSEFeaturedPERSPEKTIFRuang Xpose

Sepiring Pecel, Seumur Kenangan: Bu Sumpi dan Kisah Balas Budi dari Anak Desa

×

Sepiring Pecel, Seumur Kenangan: Bu Sumpi dan Kisah Balas Budi dari Anak Desa

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

Di pinggir jalan Desa Pedindang, aroma kacang sangrai yang khas pernah menjadi penanda pagi yang hangat. Di sana, selama puluhan tahun, sosok bersahaja bernama Bu Sumpi setia meracik pecel untuk warga sekitar. Dari anak sekolah hingga pekerja kantoran, banyak yang tumbuh bersama rasa pecel buatannya.

Kini, waktu telah membawa Bu Sumpi pada fase baru dalam hidupnya. Usia yang tak lagi muda membuatnya perlahan mengurangi aktivitas berjualan. Keputusan untuk pensiun bukan perkara mudah—sebab berjualan pecel bukan sekadar mata pencaharian, melainkan bagian dari identitas dan perjalanan hidupnya.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Desa Pedindang yang berada di Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, menyimpan banyak kenangan tentang kegigihan Bu Sumpi. Ia memulai usahanya dari nol, berjualan dengan peralatan sederhana, didepan rumahnya, Dalam keterbatasan, ia justru membangun kedekatan dengan pelanggan—yang tak hanya membeli, tapi juga berbagi cerita.

Namun kisah Bu Sumpi tak berakhir begitu saja saat ia memutuskan untuk berhenti berjualan. Ada satu cerita yang menghangatkan hati, datang dari masa lalu yang kembali mengetuk pintu.

Seorang anak kecil yang dulu sering membeli pecel Bu Sumpi, kini telah tumbuh menjadi sosok yang dikenal luas. Ia adalah Hanta Yuda Rasyid (HYR) —pakar politik sekaligus pengusaha muda asal desa yang sama.

Bagi Yuda, pecel Bu Sumpi bukan sekadar makanan. Ia adalah bagian dari masa kecilnya, dari perjalanan hidup yang membentuk dirinya hingga hari ini. Kenangan itu yang kemudian mendorongnya untuk kembali, bukan sebagai pelanggan, melainkan sebagai seseorang yang ingin memberi arti.

Dalam momen yang penuh haru Halal Bihalal bersama Tetangga dan Kerabat, Sabtu (4/4/2026), Yuda memberikan bantuan kepada Bu Sumpi. Bukan hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga penghargaan atas dedikasi panjang seorang perempuan sederhana yang telah memberi rasa—secara harfiah dan emosional—kepada banyak orang.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *