Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
FeaturedNASIONAL XPOSE

Skema Pendayagunaan Aset BMN : Salah Satu Solusi Mengatasi Masalah Ketersediaan Lahan dalam Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman

×

Skema Pendayagunaan Aset BMN : Salah Satu Solusi Mengatasi Masalah Ketersediaan Lahan dalam Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

Lahan perkotaan yang semakin terbatas dan harga lahan yang terus meningkat menjadi tantangan baru bagi Pemerintah dalam mengentaskan permasalahan kekurangan pasokan (backlog) perumahan. Sesuai dengan amanat dalam Undang-Undang No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Pemerintah Pusat berupaya untuk mewujudkan penyediaan rumah umum yang layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Melalui Program Satu Juta Rumah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Pemerintah menargetkan pembangunan 50.000 unit rumah susun, 25.000 unit rumah khusus, 1,5 juta unit rumah swadaya, serta 500.000 bantuan prasarana, sarana dan utilitas perumahan.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo berharap skema Pendayagunaan Aset Barang Milik Negara dapat menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dalam penyediaan perumahan dan kawasan permukiman sebagaimana diatur dalam PP No.28 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara. Hal ini disampaikan pada acara “Focus Group Discussion Potensi Pemanfaatan Aset Negara untuk Perumahan dan Kawasan Permukiman” yang digelar secara virtual, Jumat (6/8).

Diskusi yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Percepatan Pembangunan Djoko Wibowo tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan diantaranya optimalisasi aset BMN terutama aset BMN idle dapat mengatasi kebutuhan terkait backlog perumahan.

Dalam kesempatan itu, Direktur BMN Kementerian Keuangan Encep Sudarwan menyampaikan bahwa terdapat 16 objek BMN yang dapat dioptimalkan dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman. Namun hal ini memerlukan dukungan dan penyepakatan persepsi dari sisi regulator dan aparat penegak hukum dalam mengoptimalkan aset BMN idle yang terletak di perkotaan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *