Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
FeaturedPERSPEKTIF

Gula di Kolong Buntu

×

Gula di Kolong Buntu

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

Penulis : Suta Wijaya

*********************
Pulau Bangka Belitung (Babel) memiliki potensi cadangan bijih timah yang sangat banyak diantara pulau di Indonesia. potensi bijih timah Provinsi Kepulauan Babel pada tahun 2021 mencapai 6.008.646.449,3485 ton, dengan cadangan bijih timah 6.126.513.015,5239 ton.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Dengan potensi yang sangat besar tersebut, Timah merupakan salah satu komoditas unggulan Provinsi Kepulauan Babel dan menjadikan Indonesia sebagai produsen logam timah terbesar kedua (setelah China) dengan kontribusi sekitar 25% dari total produksi dunia.

Mengutip data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Babel hingga Maret 2023, nilai ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai US$225,8 juta atau setara Rp3,5 triliun (asumsi kurs Rp15.679,35).

Berdasarkan catatan sejarawan George Cœdès, keberadaan timah di Babel sudah ditemukan sebelum abad ke-1. Kemudian, penambangan timah di wilayah tersebut dilakukan sejak abad ke-7, berdasarkan prasasti Kota Kapur peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di pesisir barat Pulau Bangka.

Hingga saat ini, komoditas timah masih menjadi penopang ekonomi Provinsi Kepulauan Babel. Pemerintah pusat saat ini juga telah membangun sentra-sentra industri untuk mendorong hilirisasi potensi timah Provinsi Kepulauan. Hal tersebut dilakukan demi meningkatkan nilai tambah dan memberikan kebermanfaatan pada masyarakat melalui pembukaan lapangan pekerjaan baru.

Namun kegiatan pertambangan timah tersebut, baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun oleh masyarakat akan meninggalkan dampak lingkungan yang mengakibatkan perubahan bentang alam dan terjadinya penurunan kualitas tanah dan air. tadinya lahan hutan dan kebun sekarang berubah menjadi daratan yang sangat kritis dan kolong-kolong air.

Selain potensi bijih timah yang berlimpah tata kelola dan pengawasan juga sangat penting.

Menurut mantan Pj. Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin, Ia berharap tata kelola timah di Babel berjalan sesuai aturan.

Baginya, negara tidak boleh kalah dari mafia timah, pengawasan tata kelola pertimahan ini harus dilakukan secara ‘semesta’ dengan melibatkan seluruh unsur, baik di jajaran pemerintahan, aparat penegak hukum, hingga masyarakat. Tayangan berita Babelxpose.com pada tanggal 11 Maret 2023 lalu yang berjudul ” Pj. Gubernur: Negara Tidak Boleh Kalah Dengan Mafia Timah”.

Tersandung Gula Derita

Seperti kata pepatah “Ada Gula Ada Semut” Dimana banyak kesenangan disitulah banyak orang datang, Gula dapat diilustrasikan Bijih timah.

Belum lama ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAMPIDSUS) telah menetapkan 2 orang TERSANGKA, yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 s/d 2022.

Salah satunya yakni, Bos Timah asal Bangka Tengah TN alias AN selaku Beneficial Ownership CV VIP dan PT MCM mengakibatkan kerugian keuangan negara yang sangat fantastis

Tim Penyidik juga melakukan penyitaan terhadap 55 alat berat yang terdiri dari 53 unit excavator dan 2 unit bulldozer yang diduga kuat milik Tersangka TN alias AN, serta melakukan penyitaan terhadap:

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *