Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0000.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0000.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
AdvetorialBABEL XPOSEBASEL XPOSEFeatured

Reses Rina Tarol Jadi Curhatan Warga, Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Sorotan

×

Reses Rina Tarol Jadi Curhatan Warga, Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

PULAUBESAR, Babelxpose.com – Reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, berlangsung penuh dengan curahan aspirasi masyarakat.

Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang hingga kini masih menjadi keluhan utama, mulai dari sektor pertanian, infrastruktur jalan, penerangan, hingga fasilitas pendidikan.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Salah satu persoalan yang paling disoroti warga adalah kondisi lahan pertanian sawah yang setiap tahun dilanda banjir. Warga menilai upaya normalisasi yang pernah dilakukan belum mampu mengatasi masalah secara efektif.

“Masalah lahan pertanian (sawah-red), tiap tahun kebanjiran, Bu. Kami mohon dibantu untuk disampaikan ke Balai Wilayah Sungai. Normalisasi kemarin tidak efektif,” ujar Mahfud, Ketua BPD Desa Fajar Indah.

Selain persoalan pertanian, masyarakat juga mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Warga meminta perbaikan di sejumlah titik jalan rusak, termasuk akses menuju Serai Talas yang saat ini dinilai cukup memprihatinkan.

Usulan penambahan penerangan jalan umum turut disampaikan warga, terutama di kawasan persimpangan dan titik rawan kecelakaan. Minimnya lampu penerangan di beberapa ruas jalan dinilai membahayakan pengguna jalan saat malam hari.

Di bidang pendidikan, warga menyoroti kondisi fasilitas di SMP Negeri 1 Pulau Besar yang dinilai sudah tidak memadai. Salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan adalah pembangunan pagar sekolah demi keamanan siswa.

“Yang paling penting itu pagar. Anak-anak bisa keluar masuk dengan bebas, ini soal keamanan,” kata Rasinta.

Tak hanya itu, warga juga meminta perbaikan sejumlah fasilitas lain seperti ruang kantor dan laboratorium komputer yang kondisinya mulai memerlukan perhatian.

Kondisi lebih memprihatinkan juga terjadi di tingkat pendidikan anak usia dini. Salah seorang guru TK mengungkapkan kerusakan pada bagian atap sekolah yang mengganggu aktivitas belajar mengajar.

“Plafon jebol, kadang burung masuk saat anak-anak belajar. Kami sangat berharap ada bantuan,” tuturnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *