Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0000.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0000.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
BATENG XPOSEPendidikan

IPB Hadirkan Solusi Blue Economy, Limbah Udang Disulap Jadi Pupuk Organik

×

IPB Hadirkan Solusi Blue Economy, Limbah Udang Disulap Jadi Pupuk Organik

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

BANGKA TENGAH, Babelxpose.com – Limbah tambak udang yang selama ini dianggap tidak bernilai dan berpotensi mencemari lingkungan, kini mulai dilirik sebagai sumber ekonomi baru. Tim peneliti dari IPB University menghadirkan inovasi pengolahan limbah molting atau cangkang hasil pergantian kulit udang menjadi pupuk organik bernilai ekonomi tinggi.

Inovasi tersebut mulai dijajaki melalui kunjungan langsung tim peneliti IPB University ke PT Shrimpi, salah satu perusahaan tambak udang di Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (14/5/2026). Kunjungan itu menjadi langkah awal menjadikan PT Shrimpi sebagai pilot project penelitian pengolahan limbah tambak berbasis konsep blue economy.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Ketua tim peneliti, Prof. Tridoyo Kusumastanto menjelaskan, selama ini limbah molting dari aktivitas tambak hanya dibuang ke perairan sekitar sehingga berpotensi menimbulkan tekanan ekologis. Melalui penelitian tersebut, limbah akan diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual.

“Ini memiliki potensi yang sangat besar jika penerapan dan praktiknya dikerjakan dengan baik. Dari segi bisnis, ini akan mendatangkan new cash flow bagi para petambak. Dan dari sisi lingkungan, kita menerapkan sistem blue economy yang tidak ada limbah yang tersisa dari proses produksi,” ujar Prof. Tridoyo.

Ia menegaskan, konsep blue economy yang diterapkan bukan sekadar teori, melainkan upaya nyata memanfaatkan sumber daya kelautan secara optimal tanpa meninggalkan limbah yang merusak lingkungan.

Dalam penelitian tersebut, tim IPB menerapkan sistem IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture), yakni metode budidaya terintegrasi yang memanfaatkan limbah dari satu organisme menjadi sumber daya bagi organisme lain.

Ketua Program Studi Ekonomi Kelautan Tropika IPB, Dr. Kastana Sapanli menjelaskan, limbah molting udang nantinya akan dikumpulkan, diolah dan diproses menjadi pupuk organik siap pakai.

Tak hanya mengandalkan metode konvensional, penelitian tersebut juga memadukan teknologi Internet of Things (IoT) dan Convolutional Neural Network (CNN) untuk memantau kondisi tambak secara real-time. Teknologi itu digunakan untuk membaca kualitas air, produksi limbah hingga efektivitas proses pengolahan berbasis data.

Langkah inovatif ini pun mendapat sambutan positif dari PT Shrimpi. Perusahaan tersebut siap menjadi prototipe pertama dalam penerapan teknologi pengolahan limbah tambak berbasis ekonomi sirkular di Bangka Tengah.

Sementara itu, ahli pembuatan pupuk organik IPB, Dr. Dwi Putro Tedjo menilai pupuk hasil olahan limbah udang memiliki potensi ekonomi besar, terutama untuk kebutuhan perkebunan sawit.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *