Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0000.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0000.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
BATENG XPOSEPendidikan

IPB Hadirkan Solusi Blue Economy, Limbah Udang Disulap Jadi Pupuk Organik

×

IPB Hadirkan Solusi Blue Economy, Limbah Udang Disulap Jadi Pupuk Organik

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

“Pupuk organik ini sangat berpotensi memiliki nilai ekonomi yang besar. Jika dilihat dari unsur yang dimiliki oleh pupuk yang dihasilkan dan kebutuhan kebun sawit yang membutuhkan kalium, ini adalah pasangan yang saling melengkapi dan akan menunjang pertumbuhan pohon sawit,” jelasnya.

Optimisme serupa juga disampaikan ahli pengolahan hasil perikanan IPB, Prof. Wini Trilaksani. Ia menilai potensi sektor perikanan di Bangka Tengah sangat besar dan telah terbukti mampu menghasilkan produk inovatif sebelumnya.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

“Potensi perikanan di Bangka Tengah sangat besar. Contoh nyata saja, kita sudah berhasil membuat biskuit dari ikan yang sudah dapat menembus pasar dan menyuplai SPPG. Potensi pupuk ini tidak kalah besarnya jika melihat dari banyaknya kebun sawit yang ada di Bangka Tengah. Kami akan serius dan bersungguh-sungguh menjalankan kegiatan ini bersama para stakeholder,” tegasnya.

Meski menjanjikan, tim peneliti mengakui penerapan sistem IMTA membutuhkan persiapan teknis yang matang. Ahli teknik budidaya, Dr. Apriana Vinasyiam menyebut lokasi tambak perlu dimodifikasi agar sistem dapat berjalan optimal.

“Pemasangan IMTA membutuhkan tempat yang dimodifikasi dan perlu penyesuaian lokasi. Selain itu, kita membutuhkan data time series dari konsentrasi salinitas air di tambak untuk dijadikan sebagai data baseline guna perbaikan ke depannya,” paparnya.

Selain kesiapan lokasi, dukungan jaringan internet juga menjadi faktor penting dalam penerapan teknologi IoT di area tambak. Ahli rekayasa komputer IPB, Faldiena menegaskan pentingnya infrastruktur telekomunikasi yang memadai.

“Untuk mengintegrasikan IoT, kita perlu memastikan ketersediaan internet dan jaringan telekomunikasi yang sudah memadai untuk menunjang proses berjalannya IoT di area tambak nantinya,” ujarnya.

Tak hanya mendapat dukungan dari dunia usaha, gagasan besar tersebut juga memperoleh respons positif dari pemerintah daerah. Tim IPB University turut menggelar audiensi bersama sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Perikanan, Bappeda, dan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah.

Hasil audiensi menunjukkan adanya komitmen bersama untuk membuka peluang kerja sama dalam pengembangan proyek tersebut. Dukungan lintas instansi itu diharapkan mampu mempercepat implementasi inovasi pengolahan limbah tambak menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan di Bangka Tengah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *