Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BABEL XPOSEBASEL XPOSEFeatured

Retakan Muncul di Jalan Air Bara–Toboali, BPJN Babel Libatkan Ahli Geoteknik

×

Retakan Muncul di Jalan Air Bara–Toboali, BPJN Babel Libatkan Ahli Geoteknik

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

PANGKALPINANG, Babelxpose.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan perkembangan penanganan kerusakan ruas Jalan Air Bara-Toboali KM 110+750 di Desa Bikang, Kabupaten Bangka Selatan.

Ruas jalan yang dibangun melalui proyek Multiyears Contract (MYC) Tahun 2022-2024 tersebut mengalami kerusakan berupa retakan memanjang (longitudinal cracks) dan deformasi permukaan yang bergelombang di beberapa titik.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Kepala BPJN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susan Novelia, menegaskan penanganan kerusakan jalan harus segera dilakukan dan tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan aspek keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Untuk penanganan ini harus segera dilakukan, tidak bisa ditunda. Kita menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Untuk penanganan sementara ini kami estimasikan masih aman hingga enam bulan,” ujar Susan.

Ia menjelaskan, penanganan darurat telah dilakukan sejak 18 Juni 2026.

Baca Juga : Rp50 Miliar untuk 500 Meter Jalan, Rina Tarol Soroti Kondisi Ruas Lelap Bikang–Jeriji yang Mulai Retak dan Bergelombang

Penanganan sementara dilakukan dengan menutup celah retakan menggunakan lapisan Sand Sheet guna menjaga kekedapan air pada lapisan tanah dasar sekaligus mengembalikan kenyamanan berkendara.

Selanjutnya, evaluasi mendalam akan dilakukan oleh Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur guna mengkaji metode penanganan, faktor penyebab kerusakan, serta aspek teknis lainnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Kepulauan Babel, Anggoro Yudho Prasongko, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan di wilayah kerjanya. Menyikapi adanya titik kerusakan, pihak PJN akan segera melakukan evaluasi mendalam untuk menentukan langkah penanganan permanen.

Anggoro menjelaskan bahwa secara teknis, umur layanan jalan idealnya mencapai lima tahun. Saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan koordinasi untuk mendapatkan pendampingan dari Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS) guna mengidentifikasi penyebab kerusakan secara akurat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *