Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BANGKA XPOSEFeaturedPROBISRuang Xpose

IWAPI Pangkalpinang Belajar dari Kue Tradisional Belinyu, Serap Inspirasi UMKM Bertahan 40 Tahun

×

IWAPI Pangkalpinang Belajar dari Kue Tradisional Belinyu, Serap Inspirasi UMKM Bertahan 40 Tahun

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

BELINYU , Babelxpose.com– Aroma kue yang baru matang menyambut rombongan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Pangkalpinang saat mengunjungi salah satu home industri kue tradisional khas Bangka di Belinyu, Jumat (19/6/2026).

Di tengah aktivitas produksi yang berlangsung di Toko Kenari, Jalan Kenanga Panji, Belinyu, puluhan pasang mata tampak memperhatikan dengan antusias setiap tahapan pembuatan aneka kue tradisional. Tangan-tangan terampil para pekerja dengan cekatan mengolah bahan baku sederhana menjadi berbagai sajian khas Bangka seperti kue kok dan bong li piang, kue berisi selai nanas yang dikenal sebagai perpaduan tradisi kuliner masyarakat Tionghoa dan Melayu di Kepulauan Bangka Belitung.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Kunjungan yang diikuti pengurus DPC IWAPI Kota Pangkalpinang bersama sejumlah pelaku UMKM tersebut merupakan salah satu program organisasi dalam memperluas wawasan kewirausahaan sekaligus memperkuat jejaring antar pelaku usaha lokal.

Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan lapangan biasa. Mereka berkesempatan melihat secara langsung proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga tahap pengemasan produk sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Ketua DPC IWAPI Kota Pangkalpinang, Sri Kristin Sutanegara, yang memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi Sekretaris Hastika Wati, Bendahara Elya Farida, serta jajaran pengurus lainnya, mengatakan banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pelaku usaha yang tetap konsisten mempertahankan kualitas produknya selama puluhan tahun.

“Di sini kami belajar bahwa sebuah produk lokal tidak harus dibuat dengan mesin modern. Di balik setiap produk terdapat ketekunan, kesabaran, dan kreativitas yang menjadi kunci keberhasilan usaha,” ujar Sri Kristin.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa home industri lokal memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing apabila mendapatkan dukungan yang memadai.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *