Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241201-WA0001.jpg https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
BABEL XPOSEPROBIS

Dua Hal Utama Pendukung Pertanian Sawit Babel Disampaikan Kepada BPDKS

×

Dua Hal Utama Pendukung Pertanian Sawit Babel Disampaikan Kepada BPDKS

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

Tidak hanya tasela yang digalakkan, komoditi seperti porang dan jahe merah ini, dikatakannya sudah memiliki pasar terlebih dahulu agar petani mudah menjual hasil taselanya. 

Apakah babel bisa mendapat program peremajaan sawit dari BPDKS?

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

“Silahkan usulkan secara berjenjang, kami sangat terbuka,” ungkap Direktur Keuangan BPDKS, Zaid Burhan. 

Dikatakannya, perkebunan rakyat di Babel terdata kurang lebih 273.000 hektar, kontribusi produktivitasnya diakui Zaid Burhan, di Babel tren nya terus meningkat. 
Tegas dikatakannya bahwa, peran BPDKS adalah mendorong supaya adanya proses peremajaan sawit rakyat yang memang sudah berusia tua dan produktivitas rendah.

Bantuan-bantuan program peremajaan sawit untuk rakyat, mekanisme dijelaskannya, dimulai dengan usulan dari kabupaten/kota kepada provinsi yang kemudian diusulkan kepada Dirjen Perkebunan di Kantor Pusat untuk di review dan verifikasi untuk kemudian diproses di BPDKS. 

“Tidak ada target atau batasan, daerah mana saja silahkan mengajukan bantuan ini sepanjang memenuhi syarat, akan dibiayai melalui dirjen perkebunan dan kami menindaklanjuti,” jelasnya.

Program ini tentu mendorong petani sawit rakyat untuk melakukan peremajaan. Selain itu, dijelaskannya, di BPDKS terdapat juga program sarana dan prasaran perkebunan, program pengembangan sumber daya manusia perkebunan sawit dan program penelitian sawit.

“Kami membuka diri jika bisa dilakukan MoU antar Pemprov. Babel dan BPDKS untuk mendorong kerja sama pengembangan sawit ini berjalan lancar,” ungkapnya.

Menyambut baik arahan dari BPDKS, Juaidi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel menjelaskan bahwa, sarana dan prasarana seperti akses jalan perkebunan rakyat sangat tidak memenuhi standar dan dapat menghabiskan biaya operasional tinggi pada masyarakat petani. 

Selain itu, disampaikan juga bahwa kesulitan dalam proses penginputan usulan melalui aplikasi sesuai prosedur yang telah disiapkan, sehingga Babel membutuhkan bimbingan lebih agar program ini bisa berjalan dan mendapat dukungan dan kemudahan bagi para petani sawit. 

“Tujuh puluh ribu hektar perkebunan sawit di Babel adalah perkebunan rakyat, tantangan besar untuk replanting adalah jika bibit yang digunakan adalah bibit yang kurang baik. Selain tidak memiliki akses jalan yang layak,” ungkapnya dan mengatakan bahwa Babel akan segera menyusun usulan lebih terperinci mengacu pada program-program lain yang dijelaskan pihak BPDKS. 

Di akhir pertemuan ini, Gubernur Erzaldi juga menyatakan ketertarikannya atas program penelitian sawit dan akan segera menindaklanjuti ini.

Sumber: Dinas Kominfo
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *