Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
BABEL XPOSE

Gubernur Erzaldi: Kebijakan Pemerintah Bersumber dari Data BPS

×

Gubernur Erzaldi: Kebijakan Pemerintah Bersumber dari Data BPS

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

PANGKALPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diharapkan dapat terus mengurai dan menyajikan data dengan baik dan akurat serta mengambil sampel yang tepat. Sehingga, setiap kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung, diambil berdasarkan data yang dihasilkan oleh BPS Babel. 

Harapan itu disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, saat menyampaikan Welcome Speech sekaligus membuka Kegiatan Seminar Hari Statistik Nasional secara virtual dengan tema “Analisis Isu Terkini”, Memperkuat Potensi Perkebunan Untuk Peningkatan Daya Saing di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (14/9/21). 

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Menurut gubernur, sejauh ini BPS telah luar biasa, dengan data yang dihasilkan oleh BPS, negara ini akan maju. 

“Data adalah hal yang luar biasa. Dari data itu kita bisa maju, tetapi sebaliknya, dengan data yang keliru membuat negeri kita akan terpuruk lebih jauh dari yang lain,” ujarnya. 

Tema yang  diambil dalam seminar menurut gubernur juga sangat relevan dengan fokus kebijakan pemerintah daerah saat ini. Pandemi yang melanda negeri ini, membuat perekonomian di Babel ikut terombang ambing. 

Berdasarkan data BPS, perekonomian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tahun 2020 yang lalu terkontraksi kurang lebih 2,30 persen, turun dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh 3,32 persen. 

Namun, di tengah kontraksi ekonomi tersebut, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai penopang terbesar perekonomian di Babel, tetap tumbuh positif sekitar 8,31 persen pada tahun 2020. Jika dilihat dari sub kategori, penyumbang terbesar dari usaha ini adalah sub kategori perikanan yaitu sebesar 41,52 persen, diikuti oleh tanaman perkebunan yaitu 36,09 persen. 

Fokus pada lapangan usaha perkebunan yang di dalamnya ada komoditi strategis Kepulauan Bangka Belitung, seperti kelapa sawit, karet dan lada. Di tengah pandemi ini juga berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dan _stakeholders_ terkait untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tahun 2021. 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *