Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251121-WA0027.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241201-WA0001</div></div>
		<div id=
BABEL XPOSEFeatured

Gubernur Erzaldi Siapkan 10 Langkah Strategis Kendalikan Inflasi Daerah

×

Gubernur Erzaldi Siapkan 10 Langkah Strategis Kendalikan Inflasi Daerah

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

SIJUK – Meskipun diterpa hantaman Pandemi Covid-19, ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih tumbuh positif. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi Babel di triwulan IV-2021 tumbuh 6,32 persen (y-on-y), dan secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Babel dari triwulan I hingga IV 2021, jika dibandingkan dengan tahun 2020 tumbuh sebesar 5,05 persen (c-to-c).

Hal itu dikatakan Gubernur Erzaldi Rosman saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Swiss-Belresort Hotel Belitung, Jumat (18/2). 

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/01/20240103_1500582.gif

Ia mengatakan, capaian itu membuat provinsi yang ia pimpin meraih peringkat kedua tertinggi di Pulau Sumatera dalam hal pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi ini sangat menjadi concern dari Bapak Presiden. Jadi kita selaku kepala daerah yang membantu beliau, harus terus berupaya pertumbuhan ekonomi kita terus meningkat, dan tekan inflasi kita dalam kondisi yang terkendali,” ungkap Gubernur Erzaldi di hadapan para kepala daerah yang hadir.

Terkait inflasi, dikatakannya pada bulan Januari 2022, Babel mengalami inflasi sebesar 0,97 persen (Month to Month). Dijabarkannya secara spasial, Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 1,22 persen (Month to Month), dengan komoditas utama penyumbang inflasi yakni daging ayam ras, ikan selar, dan bahan bakar rumah tangga.

“Berkenaan dengan ayam ras ini, Tim Satgas Pangan Babel telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pelaku usaha, dan dalam waktu dekat akan membuahkan hasil yang positif. Termasuk masalah minyak goreng dengan HET 14.000 rupiah, namun terkendala distribusi sampai saat ini belum merata” jelasnya.

Berkenaan dengan distribusi, ia meminta kepada Pemkab Bangka Barat untuk mengoptimalkan Pelabuhan Muntok sebagai alur kelancaran distribusi barang di Pulau Bangka. Meskipun berdasarkan informasi yang ia dapatkan, kendala keterlambatan distribusi bukan diakibatkan oleh Pelabuhan Muntok, namun karena belum optimalnya Pelabuhan Tanjung Api-Api Palembang, sehingga banyak truk barang yang mengantre untuk menyeberang ke Pulau Bangka.

“Kita perlu terus komunikasikan dengan pihak sana (Tanjung Api-Api), karena hari ini saya baru diinformasikan panjang antrean truk sudah mencapai 2 kilometer,” jelasnya.

Demikian pula Kota Tanjungpandan yang mengalami inflasi sebesar 0,54 persen (Month to Month), yang disumbang dari komoditas cumi-cumi, beras, dan  bahan bakar rumah tangga.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *