Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251121-WA0027.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241201-WA0001</div></div>
		<div id=
FeaturedNASIONAL XPOSE

Perempuan Multi-Peran Lahir di Sekuntum Melati

×

Perempuan Multi-Peran Lahir di Sekuntum Melati

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

DENPASAR – Melati Erzaldi berbicara mengenai perempuan lebih berdaya melalui Sekolah Untuk Perempuan Menjadi Mandiri dan Terlatih atau “Sekuntum Melati” yang digagasnya di Bangka Belitung (Babel). Diakui Melati Erzaldi, berdirinya Sekuntum melati tidak terlepas dari dukungan penuh yang didapatkannya dari Erzaldi Rosman, yang tak lain ialah suami tercinta. Erzaldi Rosman yang sekaligus Gubernur Babel, memang dikenal sebagai pemimpin yang sangat mendukung kesetaraan gender. 

Ide tentang sekolah ini, menurutnya terinspirasi setelah dirinya menonton Film Kartini. Dalam film ini peran perempuan sangat luar biasa, krusial, dan sentral. Melati Erzaldi menekankan, perempuan yang juga merupakan sosok ibu, ialah tokoh sentral dalam keluarga. Sehingga, dirinya bertekad jika modul di Sekuntum Melati harus paket lengkap.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/01/20240103_1500582.gif

“Jika laki-laki sebagai kepala, saya kira perempuan adalah lehernya,” tegasnya, saat menjadi salah satu panelis pada talkshow entrepreneurship yang diadakan di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar Bali, sebagai rangkain dari The Inaugurations of Womenpreneurs Indonesia Networks (WIN), (Senin, 31/1/2022).
 
“Gagasan ini mulanya hanya saya kumpulkan di otak saya setelah menonton Film Kartini yang diperankan oleh Dian Sastro, hingga saya diskusi dengan suami, Pak Erzaldi, dan saya mendapat support dari UN (United Nation) Women,” jelasnya. 

Pada 2019, UN Women mengundang Bangka Belitung untuk hadir dalam suatu acara. Momen inilah yang menjadi awal gagasan atau keinginannya untuk mendirikan sekolah perempuan disampaikan. Setelah dijelaskan konsep dan perencanaan lainnya, harapan tersebut berbuah respon positif, dan mendapat dukungan penuh. Bahkan, pihak UN Women menyiapkan modul untuk Sekuntum Melati. 

“Saya juga mengutip pesan waktu itu, bahwa keberadaan suatu negara akan berhasil maju ketika perempuannya diberdayakan,” ungkapnya.

Hingga akhir 2021, dijelaskan Melati, Sekuntum Melati telah mewisuda 117 peserta sejak tahun 2020, dengan pilot project berjalan di 2 desa. Yang menarik, lanjutnya, peserta bukan diajarkan untuk entrepreneur saja, tetapi multi-peran. Diajarkan bagaimana memiliki keahlian, pengetahuan untuk mengurus suami, dan anak-anak di rumah agar gizi terpenuhi, bisa membantu ekonomi hingga me-manage keluarga. 

“Kita pantau dan mendapat pendampingan hingga mendapat peluang pasar produk yang lahir dari pembelajaran di Sekuntum Melati sukses. Kami melibatkan Dinas Kesehatan Babel, DP3CSKB, Koperasi UKM, Perindag dan banyak lagi OPD terlibat sesuai dengan modul Sekuntum Melati. Bahkan, dari rumah sakit jiwa,” jelasnya. 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *