Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251121-WA0027.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241201-WA0001</div></div>
		<div id=
FeaturedNASIONAL XPOSEPERSPEKTIF

Pilgub Banten: Bisakah Andrasoni Mengejar dan Airin Bertahan?

×

Pilgub Banten: Bisakah Andrasoni Mengejar dan Airin Bertahan?

Sebarkan artikel ini
Uten Sutendy (Foto: Dok. pribadi)
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

Oleh Uten Sutendy, Penulis dan Budayawan Banten. Tinggal di BSD City, Kota Tangsel

 

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/01/20240103_1500582.gif

LINGKARAN Survei Indonesia (LSI) pada medio Agustus 2024 merilis hasil survey elektabilitas calon Gubernur Banten Airin Rachmi Diany yang head to head dengan Andrasoni. Hasilnya, Airin unggul jauh, mencapai angka di atas 70 persen, sementara Andrasoni hanya memperoleh 12 persen saja.

Sebelumnya, di bulan Juli 2024, saat KPU belum menetapkan keduanya sebagai calon gubernur (cagub), Litbang Kompas merilis hasil survey yang menunjukkan, elektabilitas Airin hanya berada di kisaran angka 38 persen.

Tetapi raihan angka elektabilitas itu terhitung cukup tinggi dibandingkan dengan perolehan dua mantan Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Rano Karno yang masing-masing hanya meraih angka 18 persen dan 16 persen.

Angka 70 persen lebih yamg diperoleh Airin berdasarkan hasil survey yang dilakukan LSI tentu saja sangat signifikan, namun tidak terlalu mengagetkan.

Sepanjang Juli dan Agustus 2024 Airin menjadi trending topik di hampir semua platform media sosial yang ada di tanah air. Sejumlah peristiwa politik di seputar pribadi Airin dan keterlibatannya dengan dinamika yang terjadi di Partai Golkar, PDIP, dan Pilgub Banten telah menarik perhatian publik.

Peristiwa pertama terkait dengan sikap Golkar di Pilgub Banten. Apakah Golkar perlu memberikan rekomendasi atau tidak kepada Airin mengingat Golkar sudah masuk ke dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Dalam kaitan itu kebijakan politik Golkar terkait Pilkada harus sejalan dan berkoordinasi dengan kebijakan politik KIM yang saat itu sudah memutuskan Andrasoni-Dimyati sebagai Cagub-Cawagub dalam Pilgub Banten.

Tarik menarik semakin seru dan mencapai puncaknya pada pertengahan Agustus saat Golkar memutuskan untuk tidak memberikan rekomendasi kepada Airin, sebuah keputusan kontroversial yang menimbulkan pro- kontra di kalangan para elite Golkar.

Maklum Airin adalah salah satu kader terbaik Golkar. Ia menjabat Ketua Bidang Perempuan DPP Golkar periode 2019-2024 serta Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangsel dan pernah menjadi Walikota Tangsel selama dua periode.

Kedua, Airin berani “melawan” dan bersikukuh terus maju menjadi Cagub Banten walau tanpa restu dari partai yang membesarkanya. Ia malah merapat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

PDIP memperoleh peluang bisa mengajukan pasangan Cagub dan Cawagub tanpa harus berkoalisi setelah ada keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah ketetapan ambang batas peserta pemilu.

Air mata Airin tampak berlinang di tengah kerumunan massa pendukungnya ketika ia mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur bersama Ade Sumardi lewat jalur PDIP.

Peristiwa ini mengagetkan publik. Bagaimana mungkin seorang kader terbaik Golkar bisa masuk ke kandang Banteng, satu satunya partai yang berada di luar KIM. Sebagian elite menganggap Airin terang-terangan melawan Golkar dan keputusan KIM.

Ketiga, Airin salah mengenakan warna busana ketika ikut rapat pimpinan PDIP. Busana yang dikenakan Airin berwarna putih dengan motif garis-garis lurus warna merah dan kerudung berwarna merah.

Rupanya motif warna busana yang dikenakan Airin dinilai salah di mata Megawati yang membuat sang Ketua Umum PDIP itu “murka,” alias marah besar.

Di hadapan para kader inti partai pemenang pemilu tersebut Megawati dengan suara lantang menegur Airin agar mengenakan busana warna hitam dan merah. Megawati juga memerintahkan agar Airin sungguh-sungguh ikut gerbong politik PDIP, bukan sekedar mau numpang atau nebeng.

Keempat, para elite Golkar merasa tersinggung. Megawati dianggap kurang etis memperlakukan kader terbaik Golkar. Dalam hitungan jam setelah peristiwa kemarahan Megawati kepada Airin, Golkar mengubah sikap politiknya dan segera menarik Airin lagi ke dalam pelukan Golkar.

Pada akhir Agustus Ketua Umum Golkar yang baru, Bahlil Lahadalia, mengeluarkan surat rekomendasi kepada mantan mojang Priangan tersebut untuk ikut Pilgub.

Itulah rentetan peristiwa politik yang menjadi trending topik selama Juli -Agustus 2024 yang secara politik tentu saja menguntungkan kubu Airin-Ade, apalagi bersamaan dengan itu elektabilitas Airin pun terus naik.

Tentu bukan perkara karena hanya menjadi trending topik saja yang membuat elektabilitas Airin sampai hari ini terus bertengger di atas. Ada sejumlah faktor potensial lain yang berpengaruh.

Pertama, Airin masih memiliki pancaran pesona pribadi yang menarik perhatian publik. Selain sebagai seorang perempuan cantik yang memiliki segudang prestasi di bidang politik dan pemerintahan, Airin juga perempuan yang mengalami banyak tekanan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *