Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
FeaturedNASIONAL XPOSEPERSPEKTIF

Pilgub Banten: Bisakah Andrasoni Mengejar dan Airin Bertahan?

×

Pilgub Banten: Bisakah Andrasoni Mengejar dan Airin Bertahan?

Sebarkan artikel ini
Uten Sutendy (Foto: Dok. pribadi)
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

Secara psikologis tekanan demi tekanan yang dialami Airin diyakini telah membuat simpati dan empati publik terutama bagi kaum ibu.

Kedua, Airin adalah bagian dari keluarga dinasti politik Banten, dimana keluarga besar ini memiliki jaringan pekerja relawan politik yang sangat kuat, berlapis, luas, dan solid.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Efektivitas kinerja jaringan relawan dimaksud boleh dibilang lebih kuat dan solid dibandingkan dengan kinerja mesin partai politik yang ada. Di bawah komando langsung Tb. Chaeri Wardana (TCW) atau yang populer dipanggil Kang Wawan, keberadaan jaringan relawan bekerja di luar jalur dan pantauan partai politik pengusung.

Loyalitas personal relawan terus-menerus dipelihara, terlatih, teruji, dan dirawat dengan baik sepanjang waktu saat ada atau tidak ada pertarungan politik. Itu sebabnya para kandidat bupati, walikota, dan caleg yang didukung oleh keluarga politik Banten cenderung selalu unggul dan menang dalam banyak event pertarungan.

Namun demikian, semua itu bukanlah jaminan bahwa perjalanan Airin menuju Banten Satu bakal berjalan mulus. Lawan politik Airin dan dinasti politik saat ini sangat berbeda.

Airin bukan sedang berhadapan dengan sosok Andrasoni-Dimyati semata, melainkan sedang melawan KIM, sebuah sistem dan mesin politik baru yang di dalamnya bergabung 10 partai peserta pemilu (Gerindra. PKS, Demokrat, Nasdem, PKB, PAN, PSI, PPP. Garuda, dan Prima) dan didukung oleh kekuasaan nasional serta para dewa politik di Jakarta.

Selain itu, ada sejumlah alasan logis yang bisa membuat Airin kewalahan dan berpotensi bisa mengubah peta kekuatan politik di Banten dalam rentang waktu kurang lebih dua bulan ke depan.

Pertama, kalkulasi dan hitung-hitungan kekuatan partai politik berdasarkan perolehan kursi di parlemen. Airin -Ade hanya didukung oleh 28 kursi (gabungan perolehan kursi Golkar dan PDIP), sedangkan Andrasoni-Dimyati didukung oleh 72 kursi (gabungan dari 10 partai).

Ke-10 partai politik yang tergabung di KIM Banten saat ini terlihat aktif bergerak masif ke seluruh penjuru wilayah Banten. Tiap moment kampanye Andrasoni-Dimyati selalu ramai dan meriah, didukung oleh se-abreg artis dan tokoh papan atas. Ribuan warga pun senahtiasa tumplek ruah di lapangan terbuka.

Kedua, KIM boleh dibilang identik dengan kekutan politik penguasa nasional (di dalamnya ada pengaruh Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra dan sekaligus Presiden Terpilih).

Maka, tidak menutup kemungkinan segala fasilitas dan perangkat politik negara dari tingkat atas sampai ke bawah secara tidak langsung, suka atau tidak suka akan dimainkan untuk memenangkan Andrasoni-Dimyati.

Ketiga, Partai Golkar yang kembali mendukung Airin, terkesan dan cenderung kurang maksimal memainkan roda mesin politiknya di lapangan. Mungkin karena partai beringin ini masih merasa “ewuh pakewuh”.

Kedua kakinya berada di dua tempat yang berbeda. Kaki kanan ada di kubu Airin dan kaki sebelah kiri ada di KIM sehingga efektivitasnya masih diragukan dalam memenangkan pertarungan.

Keempat, politik gagasan yang sedang dimainkan oleh KIM di Banten cukup cerdas. Menggunakan tagline “Tidak Korupsi” dan “Sekolah Gratis”, Tidak korupsi artinya sikap memperbaiki ke dalam agar tidak korupsi saat menang dan berkuasa.

Ini adalah sindiran halus untuk dinasti politik Banten yang di masa kekuasaannya pernah mempunyai banyak cerita dan catatan hukum terkait tindak pidana korupsi.

Sementara itu tagline “Sekolah Gratis” adalah harapan bagi warga Banten yang sebagian besar sedang mengalami kesulitan terkait biaya pendidikan.

Khusus dalam hal politik gagasan, pihak Airin-Ade sepertinya kalah beberapa langkah. Sampai sekarang belum terlihat adanya gagasan jitu dan cerdas berupa tagline yang ditawarkan oleh kubu Airin-Ade kepada warga.

Kelima, secara tersirat KIM memiliki motif dan misi besar. Bukan sekedar ingin memenangkan pertarungan di Pilgub Banten, melainkan lebih dari itu ingin membuat Banten benar-benar terlepas dari kungkungan dinasti politik yang sudah berkuasa selama 23 tahun sejak Provinsi Banten berdiri.

Motivasi dan energi melawan dinasti politik terasa sangat kuat, menyentuh dan mengena kepada lapisan kelompok masyatakat kelas menengah terpelajar kota yang ingin melihat pola kekuasaan dan kepemimpinan di Provinsi Banten benar-benar bisa berubah.

Dengan catatan dan data-data yang digambarkan di atas, lalu apa yang akan terjadi esok?

Banyak orang termasuk saya berani memprediksi bahwa dalam beberapa minggu ke depan pertarungan politik Pilgub di Banten akan lebih seru, tajam, dan sedikit panas yang juga berpotensi besar bisa mengubah keadaan.

Elektabilitas Andrasoni-Dimyati akan cenderung naik secara signifikan. Sebaliknya elektabilitas Airin-Ade ada kemungkinan akan tergerus dan menurun. Lalu siapa yang akan menjadi pemenang di akhir pertarungan? Kita lihat saja apa yang akan terjadi berikutnya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *