Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AdvetorialBABEL XPOSEFeatured

Ratusan Massa Sampaikan Penolakan Tambang Laut Batu Beriga dan Rencana PLTN di DPRD Babel

×

Ratusan Massa Sampaikan Penolakan Tambang Laut Batu Beriga dan Rencana PLTN di DPRD Babel

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

PANGKALPINANG, BABELXPOSE.COM – Ratusan masyarakat, mahasiswa dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Sipil untuk Keadilan Ekologis menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (21/9/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait aktivitas pertambangan timah di perairan Batu Beriga, Kabupaten Bangka Tengah, serta rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Pulau Gelasa.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Massa datang membawa poster dan spanduk yang berisi tuntutan, di antaranya meminta pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) timah di perairan Batu Beriga, perubahan zonasi wilayah pesisir, serta perlindungan terhadap wilayah tangkap nelayan.

Selain persoalan pertambangan laut, massa juga menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan PLTN di Pulau Gelasa.

Aksi tersebut diawali dengan berkumpulnya massa di kawasan sekitar Bandara Depati Amir. Selanjutnya, peserta aksi melakukan longmarch menuju Gedung DPRD Babel sambil membawa berbagai atribut dan menyampaikan orasi.

DPRD Babel Terima Aspirasi

Setibanya di Gedung DPRD Babel, massa diterima Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya bersama pimpinan fraksi-fraksi DPRD.

Perwakilan massa kemudian menyampaikan sejumlah aspirasi secara langsung kepada DPRD.

Hamka Sabara Adiguna, yang mewakili masyarakat Bangka Tengah, menyampaikan tuntutan terkait status perairan Batu Beriga. Ia meminta agar IUP pertambangan timah di wilayah tersebut ditinjau dan meminta adanya perubahan zonasi wilayah pesisir.

“Kami datang untuk menuntut keadilan. Kami meminta IUP timah dicabut, RZWP3K diubah, dan Pulau Gelasa diselamatkan dari rencana pembangunan PLTN,” ujar Hamka dalam aksi tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Mahasiswa Progresif (Sempro) UBB, Ricky Kuswanda, turut menyampaikan pandangan mahasiswa mengenai persoalan ruang hidup masyarakat dan lingkungan.

Seluruh tuntutan tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan peserta aksi dan selanjutnya menjadi bahan pembahasan bersama DPRD.

DPRD Bahas Revisi Zonasi Batu Beriga

Dalam pertemuan dengan massa, DPRD Babel menyatakan akan menindaklanjuti persoalan zonasi perairan Batu Beriga.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *