Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
BABEL XPOSEKESEHATAN

Satgassus Vaksinasi Laporkan Pelaksanaan Vaksinasi Babel

×

Satgassus Vaksinasi Laporkan Pelaksanaan Vaksinasi Babel

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

Dijelaskan juga perbandingan ketersediaan vaksin dan jumlah pemakaian, 
Vaksin Sinovac sejumlah 23.320 dosis, terpakai 23.273 dosis;
Vaksin Biofarma sejumlah 444.240 dosis, terpakai 412.530 dosis;
Vaksin Coronavac sejumlah 121.090 dosis, terpakai 20.050 dosis; 
Vaksin AZ (Covax) sejumlah 28.600 dosis, terpakai 25.630 dosis; 
Vaksin AZ (UK) sejumlah 9.600 dosis, terpakai 8.128 dosis; dan 
Vaksin Moderna sejumlah 86.240 dosis, terpakai 36.120 dosis.

“Saya minta percepatan penggunaan Vaksin Moderna, stok Vaksin Moderna saat ini masih 30% dari total sisa vaksin keseluruhan,” ungkapnya.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Wakapolda Umardani pun menyinggung keterbatasan jumlah Aplikasi P-Care di daerah, sehingga menghambat kegiatan laporan. Oleh karenanya, ia berharap unsur pelaksana Satgassus Vaksinasi melaporkan kegiatan vaksinasinya dengan data yang akurat dan tidak berbeda-beda (satu pintu).

“Niat kita semua melakukan ini agar Babel terbebas dari pandemi, sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti semula,” pungkasnya.

Setelah melihat laporan tersebut, Wagub Abdul Fatah menyampaikan bahwa adanya progres positif saat membandingkan capaian vaksinasi sebelum dan sesudah pembentukan satgas.

“Rapat Evaluasi Tim Satgassus Vaksinasi pada hari ini akan kami tularkan pula kepada satgassus yang lain, sehingga dapat bergerak seirama dengan Satgassus Vaksinasi,” jelasnya.

Wagub Abdul dalam rapat tersebut menyoroti terkait kendala data vaksinasi yang masih kurang update. Data vaksinasi harus segera dicatat dan dilaporkan pada Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik (SMILE), agar mendapat data secara real time.

“Hal ini yang kita harus kita evaluasi, sehingga pemerintah pusat tidak mengira capaian vaksinasi kita masih rendah,” tutupnya.

Sumber: Dinas Kominfo
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *