Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0000.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0000.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
FeaturedNASIONAL XPOSEPERSPEKTIF

Aat Surya S: Revitalisasi Pasar Baru Jakarta, Kebijakan Srategis Dongkrak Perekonomian

×

Aat Surya S: Revitalisasi Pasar Baru Jakarta, Kebijakan Srategis Dongkrak Perekonomian

Sebarkan artikel ini
Wartawan Senior Aat Surya Safaat (kiri) menerima buku Aspirasi Revitalisasi Pasar Baru dari Ayung, Ketua Asosiasi Pedagang Ritel Pasar Baru.(Foto: Dokumentasi pribadi)
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

Menurut Toto, Pasar Baru dalam sudut pandang yayasan yang dipimpinnya adalah mata rantai pariwisata. “Serupa sumur tua yang dapat mengairi kehidupan industri pariwisata,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ayung menyatakan, harapan para pedagang di Pasar Baru kepada pemangku kepentingan, antara lain Menteri Sandiaga Uno, adalah agar memberi perhatian khusus terhadap usulan yang tertuang di dalam buku maupun video Revitalisasi Pasar Baru.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

“Kondisi perdagangan di Pasar Baru kini sangat memprihatinkan. Kerusakan infrastruktur jalan adalah bagian dari penyebab kesemrawutan itu,” kata Ayung.

Masa Daendels hingga sekarang

Pasar Baru dibangun Gubernur Jenderal Daendels sebagai pelengkap Ibukota Batavia. Tidak jauh dari tempat perdagangan tersebut atau di sekitar Lapangan Banteng, penguasa kolonial mendirikan gedung pusat pemerintahan, dikenal dengan nama Istana Daendels.

Sekitar lokasi itu antara lain dilengkapi Kantor Pos Pusat, Stasiun Gambir, Gereja Katedral, Gereja Immanuel, Lembaga Perguruan Stovia, rumah sakit yang kini bernama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Markas Militer, Gedung Kesenian, dan permukiman tertata Menteng

Memasuki era Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bawah kepemimpinan Bung Karno, Pemerintah membangun masjid terbesar se-Asia Tenggara, yaitu Masjid Istiqlal dan Taman Medan Merdeka atau Monas yang semula dikenal dengan sebutan Lapangan IKADA.

Masih di seputar Medan Merdeka, Pemerintah Kolonial meninggalkan jejak berupa gedung Museum Gajah, Museum Prasasti, Istana Merdeka dan Istana Negara.

Dua gedung cagar budaya terakhir disebut-sebut bakal tidak lagi menjadi properti pusat pemerintahan karena Presiden Joko Widodo memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Menurut Ketua Yayasan Jakarta Weltevreden, Pusat Perbelanjaan Pasar Baru pada masa Gubernur DKI Jakarta dijabat Letjen (Pur) Sutiyoso ditetapkan sebagai Destinasi Wisata Belanja Bertaraf Internasional. Kemudian, Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan menetapkan koridor Jl. Pasar Baru sebagai Situs Cagar Budaya.

Saat ini, selain kondisi infrastruktur jalan rusak, tampak di sana-sini pada aliran Sungai Ciliwung serta pada area pedesterian atau trotoar seputar Lapangan Banteng, Istiqlal – Kathedral, Immanuel, dan Gedung Kesenian terlihat kotor dan semrawut.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *