Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp
BABEL XPOSEFeatured

Gubernur Serahkan DIPA dan TKDD Tahun 2022

×

Gubernur Serahkan DIPA dan TKDD Tahun 2022

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (Kakanwil DJPb) Babel  Edih Mulyadi, menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan dan Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2022, kepada Pemerintah Daerah dan Satuan Kerja Kementerian/Lembaga di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dari total Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara Nasional Rp2.714,2 triliun, sebesar Rp9,38 triliun teralokasi untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung, dengan rincian Rp2,87 triliun merupakan alokasi DIPA Satuan Kerja Kementerian/Lembaga lingkup Bangka Belitung, dan Rp6,51 triliun peruntukan alokasi dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). 

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Gubernur Babel Erzaldi Rosman, dalam kesempatan itu menyampaikan, kerja keras dalam menjalankan pelaksanaan APBN maupun APBD ke depan, akan diperlukan karena akan menhadapi kondisi yang penuh dengan tantangan. 

“Kita berharap ini bisa lancar, tetapi melihat kondisi seperti ini selalu tantangan berkenaan dengan pandemi ini harus kita hadapi,” ungkapnya, saat penyerahan yang dilaksanakan di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur, Kamis (2/12/21). 

Oleh sebab itu, Gubernur Erzaldi mengajak agar semua pihak dapat untuk berolah pikir, berkreasi dan berinovasi, serta mencoba merubah penanganan ataupun melaksanakan APBN/APBD, atau pembangunan dengan cara-cara yang tidak biasa.

Salah satunya, menurut gubernur dengan tidak terlalu mengandalkan APBN dan APBD, tetapi berupaya agar keterlibatan stakeholder lainnya, terkhusus dari pihak swasta dapat turut serta dalam mengembangkan dan menjalankan pembangunan di provinsi ini. 

“APBD dan APBD sudah diserahkan, dilaksanakan sesegera mungkin, jangan sampai nanti menunggu yang menyebabkan Terjadi perubahan di kemudian hari. Anggaran yang sudah direncanakan harus sedapat mungkin fleksibel dalam menghadapi tantangan ke depan itu,” ungkapnya.

Dengan demikian, pengaruh APBN dan APBD yang tadinya signifikan, bisa diolah untuk lebih digunakan kepada hal-hal yang sangat penting. Hal ini sudah terbukti, dengan semakin meningkatnya sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan di Bangka Belitung, yang kini menjadi primadona dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *