Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
FeaturedNASIONAL XPOSEPendidikan

UMJ Terus Dorong Revisi UU Penyiaran

×

UMJ Terus Dorong Revisi UU Penyiaran

Sebarkan artikel ini
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Ma'mun Murod, M.Si saat menyampaikan kata sambutan pada Konferensi Penyiaran Indonesia 2024 yang digelar di UMJ, Kamis, 4 Juli 2024 (Foto: Humas UMJ)
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_162525.webp

“Kerja sama PTMA bisa dalam berbagai bentuk seperti program magang mahasiswa, riset bersama, konferensi dan lainnya. KPI juga barangkali bisa membuat program ‘KPI Goes to Campus’. Saya kira ini sangat baik. Ini potensi besar untuk menjalin kerja sama lebih lanjut,” kata Muchlas.

Konferensi Penyiaran Indonesia 2024 bertajuk “Opportunities and Challenges of Indonesian Broadcasting Industry in The Digital Transformation Era” itu sendiri menghadirkan para pakar yang membahas tren dan tantangan serta peluang industri media penyiaran secara global.

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2026/03/ukuran-300-x-600_20260331_213520_0000.gif

Pembicara utama pada acara tersebut yaitu Direktur Jenderal Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo RI, Wayan Toni Supriyanto, S.T., MM.

Wayan mengatakan, terkait konten, khususnya penyiaran televisi memerlukan biaya besar yang ditentukan dari penerimaan belanja iklan. Dengan kata lain, jika konten penyiaran berkualitas berarti pemasukan periklanan relatif memadai.

“Belanja periklanan sangat ditentukan oleh keadaan ekonomi makro. Jika ekonomi makro dalam keadaan sebaik baiknya, semestinya belanja iklan akan gencar dilakukan,” katanya dalam Konferensi Penyiaran Indonesia 2024 itu.

Konferensi tersebut juga menghadirkan narasumber Ketua Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI Prof. Ermaya Suradinata, SH., MH., MS., Komisioner KPI Pusat Amin Shabana, dan Praktisi Industri Televisi sekaligus Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMJ Dr. Makroen Sanjaya, M.Sos.

Narasumber lainnya yaitu Ketua Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia M Rafiq dan Dosen Bidang Ilmu Hukum Ekonomi dan Teknologi Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Angga Priancha, SH.,LL.M.

Kelima narasumber menjelaskan peluang dan tantangan Indonesia dalam transformasi digital. Selain dapat menjangkau audiens lebih luas serta meningkatkan kreativitas dalam memproduksi konten, transformasi digital juga menghadapi tantangan relatif banyak sekaligus menghadapi ancaman serius.

Tantangan yang begitu kentara ialah terkait regulasi yang hanya menyasar lembaga penyiaran televisi dan radio, sementara pada penyiaran di platform media baru tidak ada aturan yang ketat sehingga media barudapat memproduksi konten dengan bebas.

Kelima narasumber membahas secara spesifik dari sisi televisi, radio dan artificial intelligence serta mendorong adanya regulasi terkait penyiaran agar masyarakat Indonesia mendapatkan informasi dan menikmati konten yang sesuai dengan ideologi bangsa.

Konferensi Penyiaran Indonesia itu sendiri merupakan gelaran rutin KPI yang kali ini menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMJ dan APIK PTMA. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *