Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
https://https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251121-WA0027.webp https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241201-WA0001</div></div>
		<div id=
BABEL XPOSEFeatured

Gubernur Erzaldi Tindaklanjuti Kajian Lingkungan Hidup Bersama Menteri LHK

×

Gubernur Erzaldi Tindaklanjuti Kajian Lingkungan Hidup Bersama Menteri LHK

Sebarkan artikel ini
https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/08/IMG_20240807_122718.jpg

JAKARTA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, bersama Wakil Gubernur Abdul Fatah, dan didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Babel melaksanakan audiensi  dengan Menteri LHK, Siti Nurbaya yang didampingi Sekjen Kementerian LHK. Pertemuan berlangsung di kediaman Menteri Siti Nurbaya, Jakarta, Kamis (20/01/20222).

Dalam pertemun tersebut, Gubernur Erzaldi berkonsultasi dengan Menteri Siti Nubaya membahas tentang lanjutan dari kajian lingkungan hidup strategis untuk program Food Estate di Babel, yang telah divalidasi pada 11 Januari 2022. 

https://babelxpose.com/wp-content/uploads/2024/01/20240103_1500582.gif

Gubernur Erzaldi mendorong Menteri LHK untuk merekomendasikan terbitnya surat penugasan khusus dari Presiden RI kepada Gubernur Babel, agar pengelolaan Kawasan Hutan Ketahanan Pangan (KHKP) dapat segera terealisasi. 

Pada kesempatan inI, Menteri Siti Nurbaya memberikan arahan agar pengelolaan KHKP dapat bekerja sama dengan BUMD atau pihak swasta lainnya, karena menurutnya sudah menjadi kewajiban pemerintah mengikutsertakan masyarakat, terutama untuk anggota perhutanan sosial. Salah satu yang harus dikerjakan ialah membuat rehabilitasi mangrove yang sudah rusak, karena masih ada karbon trade atau perdagangan karbon.

“Rehabilitasi mangrove dapat dilakukan di sini, karena setidaknya 103 ton per hektar dihasilkan karbon trade oleh tanaman mangrove,” ungkap Menteri Siti Nurbaya. 

Sementara itu, Gubernur Erzaldi menegaskan komitmennya di hadapan Menteri Siti Nurbaya dalam pengelolaan KHKP nantinya akan menggunakan sistem agroforestry, atau tumpang sari. Program ini, selain bertujuan ekonomi, dimaksud juga untuk rehabilitasi atau penghijauan yang biasa disebut juga menambah tegakan hutan. 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *